Posted in Prestasi Mahasiswa, Wirausaha

Marlina, Mahasiswi Stiekia Pebisnis Muda

Marlina, Mahasiswi Stiekia Pebisnis Muda
Berkiprahlah Selagi Masih Muda dan Sanggup Menjalankan
Selasa, 17 November 2015

marlina/blokBojonegoro
marlina/blokBojonegoro

BERBISNIS tidak harus langsung besar, jiwa bisnis yang melekat terkadang membuat orang tak ingin berhenti untuk terus eksis, hal itu yang dirasakan Siti Marlina (22), warga Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Mulai dari satu bisnis kini berkembang menjadi enam bisnis di Bojonegoro.

Terlintas memang sulit dipercaya, diusianya yang masih muda ia mampu memegang banyak bisnis di kota ledre ini, mulai dari terjun diusaha lembaga kursus, penjualan tiket kereta api dan pesawat, jual beli kulit kambing dan sapi, serta yang terakhir baru dirintis yakni mendirikan kedai yang diberi nama kedai ‘Kayu Wangi’ di Jalan Ahmad Yani.
Continue reading “Marlina, Mahasiswi Stiekia Pebisnis Muda”

Advertisements
Posted in Mahasiswa STIEKIA

PMII Komisariat STIE Cendekia Gelar MAPABA

PMII Komisariat STIE Cendekia Gelar MAPABA
Jumat, 13 November 2015

PENGURUS Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STIE Cendekia Bojonegoro mengelar pelantikan dan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA), Jumat (13/11/2015). Kegiatan akan berlangsung tiga hari, atau baru selesai Minggu (15/11/2015) depan dan berlangsung di Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.

Acara yang bertema “Membentuk Mahasiswa yang Berparadigma Kritis dalam Mengawal Perubahan yang Lebih Baik dengan Ideologi PMII” ini hadiri pengurus komisariat beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, acara berlangsung serius, karena bersamaan pelantikan untuk pengurus masa khidmat 2015-2016.
Continue reading “PMII Komisariat STIE Cendekia Gelar MAPABA”

Posted in Mahasiswa STIEKIA

Mahasiswa Stiekia Peserta Upacara Dirujuk ke RSUD

Mahasiswa Stiekia Peserta Upacara Dirujuk ke RSUD
Selasa, 20 Oktober 2015

dirujuk/blokBojonegoro
dirujuk/blokBojonegoro

RIBUAN pelajar di Kabupaten Bojonegoro mengikuti upacara Hari Jadi Bojonegoro (HJB) Ke-338 di Alun-Alun Bojonegoro, Selasa (20/10/2015). Saat upacara tiga pelajar harus dibantu oksigen dan seorang pelajar di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bojonegoro.
“Ada satu pelajar yang dirujuk, karena sesak napas,” kata Sekretaris PMI Kabupaten Bojonegoro, Suko Hawidodo kepada blokBojonegoro.com.

Peserta yang dirujuk, diketahui bernama Panji, Mahasiswa STIE Cendekia Bojonegoro. Selain itu, Indah salah seorang pelajar juga dibantu oksigen, untuk bernapas.
Continue reading “Mahasiswa Stiekia Peserta Upacara Dirujuk ke RSUD”

Posted in BEM STIEKIA, STIEKIA

Perdana, Stiekia Gelar Pondok Ramadhan

Perdana, Stiekia Gelar Pondok Ramadhan
Minggu, 05 Juli 2015

bem-stiekia/blokBojonegoro
bem-stiekia/blokBojonegoro

SEKOLAH Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia (Stiekia) Bojonegoro mengadakan Pondok Ramadan pada Minggu (5/7/2015) yang diikuti sekitar 50 perserta. Ini merupakan Pondok Ramadan pertama yang digelar di kampus hijau tersebut.

Menurut Ketua Panitia, Abd. Charish Muzakky, acara ini digelar untuk mengisi bulan puasa. Pengisi materi berasal dari Polres Bojonegoro dan Kodim 0813 Bojonegoro tentang bahaya narkoba.
“Kami ingin mengajak mahasiswa menjauhi narkoba setelah mengetahui bahayanya,” ujarnya.
Continue reading “Perdana, Stiekia Gelar Pondok Ramadhan”

Posted in BEM STIEKIA

Debat Kandidat Capres BEM STIEKIA

Debat Kandidat Capres BEM STIEKIA

SELUSIN POKOK PERTANYAAN
UNTUK PARA KANDIDAT CAPRES BEM STIEKIA
Dalam acara:
Debat kandidat Capres BEM STIEKIA
Selasa, 7 April 2015 mulai Jam 10.00 wib di Kampus STIEKIA

1. Saudara jelaskan, apa yang MELATARBELAKANGI atau yang MENDORONG sdr ikut serta mendaftar sebagai Capres BEM STIEKIA ?
2. Apa sebenarnya yang menjadi NAWAITU dan TUJUAN sdr melibatkan diri menjadi kandidat Capres BEM STIEKIA ?
3. Menurut pengamatan sdr, bagaimana kondisi (KEKUATAN & KELEMAHAN) mahasiswa STIEKIA saat ini ? Continue reading “Debat Kandidat Capres BEM STIEKIA”

Posted in Mahasiswa STIEKIA

Mahasiswa STIEKIA Keluhkan Kenaikan Harga BBM

Mahasiswa STIEKIA Keluhkan Kenaikan Harga BBM
Selasa, 07 April 2015

KENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) meski hanya Rp500 per liter dikeluhkan warga. Rata-rata warga khawatir, kenaikan itu dalam waktu dekat berdampak pada berbagai lini. Salah satunya kenaikan ongkos angkutan.

Kenaikan BBM juga dikeluhkan para penumpang angkutan umum karena ketika BBM turun, tarif angkutan tidak turun pula. Tetapi sebaliknya jika harga BBM naik tarifnya juga naik. “Pemerintah seharusnya bisa menekan harga dari kejadian itu, harganya biar bisa seimbang. Agar harganya tidak naik turun,” ujar Agustina salah satu penumpang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro.
Continue reading “Mahasiswa STIEKIA Keluhkan Kenaikan Harga BBM”

Posted in Mufors, STIEKIA

Hari Sumpah Pemuda: STIE Cendekia Gelar Parade Musik

Hari Sumpah Pemuda: STIE Cendekia Gelar Parade Musik
Minggu, 02 November 2014

band/blokBojonegoro
band/blokBojonegoro

UNTUK memperingati hari sumpah ke-86, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cendekia Bojonegoro, mengelar acara parade musik yang dilaksanakan Minggu (2/11/2014).

Acara yang bertemakan ‘Lagu Kita Masih Sama, Indonesia Raya’ sengaja dilakukan untuk mengenalkan kampus kepada masyarakat luar. Selain itu juga untuk mengenalkan kepada anak muda, meskipun banyak lagu-lagu baru dengan berbagai gaya, tapi lagu Bangsa Indonesia tetap Indonesia Raya.

Menurut Ketua Panitia, Udin, sebenarnya rencana awal akan diadakan tepat ketika hari sumpah pemuda, tetapi banyak kendala sehingga acara ini baru dapat terlaksana hari ini.
Continue reading “Hari Sumpah Pemuda: STIE Cendekia Gelar Parade Musik”

Posted in Aktivitas di STIEKIA, Bedah Buku

Seratusan Mahasiswa Hadiri Kuliah Umum Migas

Seratusan Mahasiswa Hadiri Kuliah Umum Migas
Senin, 29 September 2014

bedah-buku/blokBojonegoro
bedah-buku/blokBojonegoro

SENIN (29/9/2014) pagi sampai pukul 12.00 WIB, aula lantai II STIE Cendekia di Jalan Veteran Kota Bojonegoro tidak seperti biasanya. Sekitar 150 mahasiswa dari berbagai kampus berkumpul untuk mengikuti kuliah umun dan bedah buku A to Z Bisnis Hulu Migas karangan A. Rinto Pudyantoro.

Acara yang digelar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas) Perwakilan Jawa, Bali, Madura, Nusa Tenggara (Jamabanusa) dan PT Pertamina EP Cepu tersebut berlangsung meriah. Sebab, mahasiswa mendapatkan ilmu dan pengalaman baru mengenai eksplorasi dan produksi Migas. Bahkan, SKK Migas mendatangkan langsung pengarang buku untuk menjelaskan mulai A sampai Z industri hulu Migas. Hal itu membuat mahasiswa banyak bertanya seputar pengeboran, pengambilan minyak sampai dengan pengolahan kilang.
Continue reading “Seratusan Mahasiswa Hadiri Kuliah Umum Migas”

Posted in Cerpen

Cerpen: Mencari Surga untuk Ibu

Cerpen: Mencari Surga untuk Ibu
Oleh: Dita Tri Maharani

cerpen/blokBojonegoro
cerpen/blokBojonegoro

SEMILIR angin malam menjadi saksi kebisuanku dalam keheningan malam ketika aku harus menangis karena teringat hari itu aku harus menghadap pada ibu. Di tengah perjalanan, aku selalu menghawatirkan wanita tua yang telah kukenal selama tiga puluh tahun.

Kini usianya sudah lampau, dari keriputnya dapat kupastikan ibu sudah tidak akan berlama-lama denganku lagi. Aku harus segera pulang, tak mungkin ibu harus menungguku dengan rasa penuh khawatir akan nasibku yang tak jelas ini. Akan ku percepat langkahku, menyasaki duri semak di sepanjang jalan menuju gubuk reyotku.

Kulihat malam mulai menepati janjinya untuk menampakkan rembulan saat ini. Terima kasih pada Nya telah membawaku pada hidup penuh kasih sayang ini, sekalipun dengan segala yang menyiksaku. Kutahu itu petanda kasih sayang Allah. Lewat segala pesakitan ini, Allah bertitah kepadaku melalui rumput di sepanjang perjalananku ini, lewat sengat angin yang menusuk. Dan samar kuperhatikan dari kejauhan gubuk bambu yang masih nekat berdiri sekalipun tiangnya telah rapuh.

“Kau ini keras kepala wahai gubuk tua, kalau kau sudah tidak mampu berdiri, roboh sajalah,” gumamku sendirian seperti orang gila. Mana mungkin gubuk itu akan menjawab pertanyaanku. Aku memandangi gubuk itu seakan-akan gubuk itu berkata bahwa mana mungkin akan roboh sementara di bawah atapnya itu terbujur wanita renta yang juga tidak mampu lagi menghela udara ini dengan penuh kebebasan. Bayang-bayang kematian telah terpampang di gubuk ini. Saat aku mulai tersadar akan lamunan, ”Ya Allah!”.

Aku melangkah membuka gubuk ini, dan masih tanpa suara apapun, menuju ranjang kayu pinus dimana surgaku berada. Mungkinkah surgaku tidur? atau telah tiada? Hanya suara nafasnya yang kudengar. Alhamdulillah! surgaku masih ada.

“Kau pulang nak?” Suara itu berkata kepadaku lagi.

“Maafkan Ibnu bu, Ibnu belum bisa mencari surga untuk Ibu”.

“Selalu dengan ucapan itu! Ibnu anakku, kau tak perlu mencari surga untuk ibu sementara surgamu sendiri belum kau capai”.

“Tidak Ibu. Ibulah surgaku. aku telah mendapatkanya dari Ibu”

“Ibnu kau bukan bocah lagi sayang. Sudah saatnya kau temukan surgamu yang baru! carilah segera istrimu, anakku”.

“Mana mungkin Bu aku akan memperhatikan wanita lain sedangkan satu-satunya yang ingin kubakti hannyalah engkau Bu”.

“Jalanilah hidupnu nak, dan Ibu pula akan menjalani bagian Ibu. Kelak kita akan temukan surga kita masing-masing!” ucap wanita mulia itu seraya membelai pipiku ini. Matanya pun tak kuasa menangis, begitupun pula denganku. Aku mendekap tanganya erat-erat dan suasana berubah menjadi hening!

“Ibu,begitu beruntungnya mereka yang telah berhasil mencapai surga bahkan jauh sebelum menghadap Nya”.

“Benarkah anakku? Dengan apa mereka mencari surga itu?”.

“Tentu saja dengan segala apa yang mereka miliki bu. Masjid-masjid dan anak yatim itu buktinya, sedangkan Ibu tidak punya apa-apa untuk menyiapkan surga”.

Plaaakkk….!!!. Tangan yang semula membelai pipi itu seketika berubah menjadi suatu tamparan yang suaranya memecah keheningan.”

“Ibnu anakku kau tak ada bedanya dengan anak kecil. Apa yang harus kukatakan kepada Allah jika Ia tahu aku tidak bisa mendidik titipanya yang semacam kau ini,” kata ibu marah.

“Katakan saja kepada Allah bahwa aku ini masih kecil dan butuh bimbingan Ibu, supaya Allah mau mengizinkan Ibu berlama-lama di sini”.

“Justru ucapanmu itulah yang membuat Ibumu ini semakin jauh dengan surga anakku. Jadilah anak baik agar aku tenang di hadapan Nya”.

Akupun menagis lagi tak kuasa mendengar perkataan ibu itu. Berat rasa jika suatu saat aku harus melepas ibuku yang begitu ku sayangi itu.

“Baiklah Ibu, tak perlu engkau khawatirkan aku. Akan aku katakan kepada Allah bahwa ibu benar-benar telah menyanyangi aku. Akan kukirimkan segala yang ibu butuhkan dan ku pastikan bahwa ibu akan menemukan surga di sana”.

“Tak kuasa nak jika ibu harus meninggalkanmu sendirian”.

“Tak apa bu! Asalkan ibu menemukan surga. Dan katakan pada Allah bu. Tolong turunkan Ibu kembali melalui mereka kepada perempuan lain yang kelak bisa menjadi istriku.” Mendengar ucapanku itu ibu tersenyum kecil.

“Apa kau sudah menemukanya?”. Aku menggeleng saja.

“Mana mungkin mereka mau dengan semua ini selain harta dan kekayaan yang melimpah ruah. Aku tak mungkin bu mencintai wanita”.

“Anakku, lihatlah dirimu, alangkah mulianya bila ada seorang yang mau menerimamu dengan segala kekurangan dan keterbatasan ini. Allah punya rencana lain nak”.

Tapi kenapa harus kepadaku rencana itu ditujukan. Tak adakah orang lain yang jauh melebihi segalanya di bandingkan aku yang serba tak punya apa-apa. Untuk mencari surg pun tiada pasti ku dapatkan. Aku tak punya daya untuk mendapatkan kunci surga atau pada saatnya pintu yang seharusnya ku lewati akan di ambil orang lain.Tak akan aku biarkan orang lain mengambil surgaku.Akan ku kirim ibu ke surga.

“Bu, jika ibu telah sampai ke sana aku ingin ibu menjaga surga untukku. Bantulah aku agar dapat menemuimu kembali. Hanya itu yang ku pinta bu”.

Sudah kukatakan mencari surga itu susah selain dari ibu. Seribu wanita pun tak mampu melebihi surga yang di berikan oleh ibu. Sebagai anak yang tahu diri aku tak ingin mencari surga untukku sendiri karena aku juga ingin mencarikan surga untuk ibu. Aku yakin jika ibu telah mendapat surganya, maka niscaya kita pula akan mendapatkan surga kita.

Ibu adalah simbol kelemahan.Tapi kelemahanya mampu melahirkan kekuatan terbesar yang akan menghancurkan kelemahan itu sendiri. Namun kelemahan itu adalah tanda surga Allah yang perlu kita capai. Kelemahan itulah yang akan menentukan siapa kita. Dalam kelemahan itu tersimpan kebahagiaan kita atau pula kecelakaan kita. IBU adalah Kelemahan yang wajib kita jaga agar tercapai surga untuknya dan kepada kita pula.

Penulis adalah mahasiswa STIE Cendekia, alumni SMA Al-Abror Sukosewu.
http://blokbojonegoro.com/read/article/20140406/mencari-surga-untuk-ibu.html

Posted in Mufors

Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa MUFORS

Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa MUFORS “Music For STIE CENDEKIA”
STIE CENDEKIA BOJONEGORO Tahun 2013
: Agus Kadawa

NO. NAMA JURUSAN/NPM JABATAN
1. ADE TEGUH P Manajemen /10110520 Ketua Umum
2. YENI PURWANINGSIH Manajemen/11010557 Sekretaris Umum
3. M.AGUS H Manajement/12010653 Wakil Ketua
4. SEPTIAN H.J Akuntansi/ Bendahara Umum
5. INDAH KHOLILI Akuntansi/ Wakil bendahara
6. A.SHOLIHUDIN Manajemen/ Dep. Kaderisasi(koord)
7. A.NAFIS Manajemen/ Dep. kaderisasi
8. M.AGUS FAJAR Manajemen/ Dep.pemberdayaan
9. HAFIDZ Manajemen/ Dep.humas/marketing
10. M.MASRUKHAN Manajemen/ Dep.pengembangan minat&bakat(koord)
11. MOCH.SIHABBUDIN Akuntansi/12020203 Dep.pengembangan minat&bakat

http://5ituserangkai.blogspot.co.id/2013/03/pengurus-unit-kegiatan-mahasiswa-mufors.html