Posted in BEM STIEKIA

Kalangan Mahasiswa Tolak Pengembangan Lapangan Sukowati

Kalangan Mahasiswa Tolak Pengembangan Lapangan Sukowati
Kamis, 26 September 2013 20:00:50
Reporter: Jarwati

RENCANA pengembangan Pad C dan Pad D oleh Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas), Lapangan Sukowati Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), ditolak oleh para aktivis Mahasiswa di Kabupaten Bojonegoro. Sebab dampak negatif kepada warga lokal akan lebih besar.

Presiden Bandan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Cendekia Bojonegoro, Imam Muta’alim mengatakan pengembangan Pad C tidak layak, karena terletak di wilayah padat penduduk. Sedang untuk Pad D, letaknya terlalu dengan lembaga pendidikan yaitu STIE Cendekia Bojonegoro. Terlebih di Desa Ngampel Kecamatan Kapas sudah ada Pad B. Sehingga akan berdampak lebih besar untuk warga Desa Ngampel.

“Nantinya pengembangan Pad C tersebut akan mengancam pemukiman penduduk Desa Sukorejo, Kelurahan Mojokampung, dan Kelurahan Ngrowo, sedangkan Pad D akan merugikan lembaga Pendidikan,” kata Imam.

Perlu ada analisa dampak lingkungan terlebih dulu. “Mungkin JOB P-PEJ sudah dapat izin dari SKK Migas, tapi itu baru dari satu sudut pandang mereka. Seharusnya dikomunikasikan dengan masyarakat yang terdampak secara langsung dulu, jangan langsung menyetujui,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Inggris IKIP PGRI Bojonegoro, Lulus Harka A. Menurut dia pemerintah jangan hanya memikirkan keuntungan yang akan didapat saja, tapi juga harus memikirkan nasib masyarakat lokal.

“Kita ketahui sendirilah Daerah yang dijadikan pertambangan itu nasib masyarakat lokalnya seperti apa. Kan di pertambangan itu seperti ada sebuah negara kecil di sana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bojonegoro, A. Muhajirin mengatakan kalau dampak terhadap lingkungan terlalu besar dengan adanya Pengembangan Pad C dan Pad D yang dilakukan JOB P-PEJ.

“Lihat saja usulan mereka untuk merelokasi pemukiman penduduk, belum lagi yang Pad D di wilayah pertanian produktif. Tentunya ini akan merugikan petani, dan akan mengurangi hasil pertanian. Padahal rencana Kabupaten Bojonegoro sebagai Lumbung Pangan dan Energi,” tegasnya. [ati/ang]

http://blokbojonegoro.com/read/article/20130926/kalangan-mahasiswa-tolak-pengembangan-lapangan-sukowati.html

Advertisements

Author:

Cah Jonegoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s