Posted in Aktivitas di STIEKIA, Bedah Buku

Seratusan Mahasiswa Hadiri Kuliah Umum Migas

Seratusan Mahasiswa Hadiri Kuliah Umum Migas
Senin, 29 September 2014

bedah-buku/blokBojonegoro
bedah-buku/blokBojonegoro

SENIN (29/9/2014) pagi sampai pukul 12.00 WIB, aula lantai II STIE Cendekia di Jalan Veteran Kota Bojonegoro tidak seperti biasanya. Sekitar 150 mahasiswa dari berbagai kampus berkumpul untuk mengikuti kuliah umun dan bedah buku A to Z Bisnis Hulu Migas karangan A. Rinto Pudyantoro.

Acara yang digelar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas) Perwakilan Jawa, Bali, Madura, Nusa Tenggara (Jamabanusa) dan PT Pertamina EP Cepu tersebut berlangsung meriah. Sebab, mahasiswa mendapatkan ilmu dan pengalaman baru mengenai eksplorasi dan produksi Migas. Bahkan, SKK Migas mendatangkan langsung pengarang buku untuk menjelaskan mulai A sampai Z industri hulu Migas. Hal itu membuat mahasiswa banyak bertanya seputar pengeboran, pengambilan minyak sampai dengan pengolahan kilang.

Selain diikuti oleh mahasiswa STIE Cendekia, juga hadir mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi di Kabupaten Bojonegoro, seperti STIKES ICSADA, IKIP, UNIGORO, STAI Sunan Giri, STAI Attanwir, Akes Rajekwesi, Akademi Komunitas dan lain-lain. Kegiatan tersebut juga bekerjasama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Bojonegoro (ASPERTIB).

“Kami sangat senang SKK Migas dan KKKS bisa hadir dalam acara ini. Semoga mahasiswa dapan mengambil pelajaran berharga,” kata Ketua STIE Cendekia, Tri Suwarno.

Diterangkan jika kampus STIE Cendekia yang juga termasuk ring 1 Pad B, Lapangan Sukowati, membuat mahasiswa harus memahami kondisi eksplorasi hingga produksi Migas. Juga bisa mengambil peran dan peluang di kegiatan turunannya.

Sementara itu, pengarang buku A to Z Bisnis Hulu Migas, A. Rinto yang sekarang menjabat Kepala Dinas Perpajakan dan Pungutan di SKK Migas mengatakan, banyak hal mengenai industri hulu dan hilir Migas yang harus diketahui masyarakat. Terutama kalangan pemuda dan terpelajar. Sehingga bisa memberikan keterangan yang benar di masyarakat.

“Bisnis ini tidak mudah. Mulai mencari dengan survei seismik, banyak resiko yang harus diambil Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKKS). Jika minyak yang diharapkan bisa ditambang tidak keluar, maka uang KKKS hilang,” terang Rinto dengan penjelasan yang mudah dicerna.

Buku yang disajikan tersebut berdasar pengalamannya selama 24 tahun bekerja di Migas. Pria yang juga pernah menjabat Kepala Humas BP Migas (sebelum SKK Migas) tersebut mengungkap fakta-fakta termasuk sistem pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang harus diterima daerah.

Terpisah, beberapa mahasiswa bertanya mengenai sejumlah kegiatan di lapangan, terutama yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Seperti yang disampaikan mahasiswa STIKES ICSADA Bojonegoro, Siti Sofiana. Ia ingin mengetahui proses pengolahan minyak setelah diproduksi oleh KKKS.

“Seperti yang dilakukan oleh PT Tri Wahana Universal (TWU) di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu. Sebab, minyak diproduksi oleh kontraktor katanya dibeli swasta juga?” tanya Sofi, panggilan gadis berparas cantik tersebut. [ifa/mad]

http://blokbojonegoro.com/read/article/20140929/seratusan-mahasiswa-hadiri-kuliah-umum-migas.html

Advertisements

Author:

Cah Jonegoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s